Milad ke-17 SD MPK angkat tradisi kesenian lokal

SD Muhammadiyah Program Khusus (MPK) Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan peringatan Milad ke-17, dengan gebrakan panggung wayang golek berisi pitutur dan ketoprak pada Sabtu (26/4/2025).

Update: 2025-04-28 17:48 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - SD Muhammadiyah Program Khusus (MPK) Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan peringatan Milad ke-17, dengan gebrakan panggung wayang golek berisi pitutur dan ketoprak pada Sabtu (26/4/2025). Acara ini dimeriahkan oleh para siswa, wali murid dan masyarakat umum yang antusias menyaksikan pertunjukan budaya lokal. 

Kepala SD MPK Banyudono Boyolali, Pujiono mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut, untuk mengangkat tradisi kesenian lokal sekaligus menunjukkan Muhammadiyah juga berbudaya.

"Alhamdulillah, siswa kami sekarang cukup banyak, yaitu mencapai 525. Jadi, memang Muhammadiyah itu juga berbudaya" kata Pujiono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Senin (28/4). 

Kata Pujiono, proses pembelajaran dapat maksimal dan tujuh kebiasaan hebat atau anak Indonesia hebat dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, karakter kepribadian dan jatidiri bangsa Indonesia tidak akan hilang ditelan globalisasi.

Dalam rangka Milad ke-17, SD MPK Banyudono Boyolali juga telah menggelar beberapa kegiatan, seperti bakti sosial, pengobatan gratis, khitanan massal, dan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh masyarakat dan para guru. Wayang pitutur dan ketoprak menjadi puncak acara Milad yang dimeriahkan oleh para guru SD MPK sendiri dengan penampilan yang memukau!

Dengan semangat dan kepercayaan diri, SD MPK Banyudono Boyolali membuktikan bahwa mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dalam melestarikan budaya lokal dan mengembangkan karakter siswa yang hebat.

Tags:    

Similar News